Sore itu hari minggu tepatnya tanggal 23 Juli 2017, pada jam
16.30 kami berjalan dari ruang rawat inap ke ruang operasi untuk mengantarkan
Bapak Philipus Katimin guna di tangani sakit penyumbatan batu empedunya..
Bapak kemudian di dorong oleh suster untuk masuk ke ruang
operasi, sementara saya, mas, mbak dan deny menunggu di depan ruang operasi.
Dan kami mengiringi dan menemani bapak lewat Doa Rosario yang kami panjatkan
khusus untuk kelancaran operasi bapak..
Sejam, dua jam waktu terus berlalu, selesai doa kami mengisi
perut dulu supaya tetap menjaga stamina.. Selesai kami makan.. kami kembali
menunggu di depan ruang operasi.. Sambil becanda dan bercengkrama agar tidak
tegang dalam proses menunggu bapak selesai di operasi..
Waktu menunjukkan pukul 21.00 tanpa henti ku lihat jam yang
ada di tangan ku, tiba tiba seorang security mendekat ke kami dan menanyakan
“maaf, pasien siapa yg di tunggu”, “pak katimin” boleh yang lain tunggu di
bawah aja, yg di sini hanya dua orang saja..
Kami pun nurut, akhirnya yg menunggu di depan ruang operasi
itu saya dan mba, mas dan deny nunggu di bawah.. Si mbak malah mewek mulu
terima telp dari anaknya yg di kampung ketika nanyain kondisi mbah kung
gimana..
Waktu semakin larut, kok lama sekali operasinya “pikirku
dalam hati”
Lalu aku coba WA temen ku yg dokter untuk menanyakan apa iya
selama ini kalo operasi penyumbatan batu empedu? Teman ku hanya menjawab, kalo
untuk prosesnya coba km langsung hubungi pihak RS saja.. Aku masih berdiam diri
di depan ruang operasi, sesekali mata ku terkantuk dan mulai tertidur.. Namun
ketika ku tertidur 2x aku merasakan ada colekan yang membangunkan ku dari
tidur..
Akhirnya aku putuskan untuk menanyakan pihak RS kenapa bisa
selama ini prosesnya.. Suster coba
menjelaskan kepada saya, biasanya kalo lama gini ada kendala dari prosesnya
mbak dan ada penyakit lain yg di temukan, nanti juga akan di pindah ke ruangan
lain, tapi tunggu dokter operasi keluar dulu ya mbak.. Oke sus, saya tunggu di
depan ruang operasi saja, jawab ku..
Waktu menunjukkan pukul 24.00 sudah 7.5 jam bapak berada di
dalam melawan penyakitnya..
Akhirnya mas dan deny menyamperi aku dan mbak, aku sampaikan
kepada mas tentang apa yang suster katakan kepadaku.. Mas hanya terdiam
mendengar perkataan ku..
Kami pun duduk di ruangan khusus menunggu pasien di Ruang
operasi dan ICU..
Ku lihat mbak dan deny sudah tertidur, tapi mas masih setia
dengan berdoa untuk bapak sesekali ku lihat ke arahnya dan tersenyum.. Ku
samperi ku pegang tangannya untuk menguatkan, mas yang sabar tetap doa yg
terbaik buat bapak.. Dan mas pun tersenyum.. Dia menyuruhku untuk tidur tapi
aku sendiri cemas, dan gak mungkin bisa tidur..
Sambil terus ku panjatkan doa, sesekali air mata ini
menetes, dan mas pun malah memberikan ku kekuatan, bapak kuat kok, sebentar
lagi juga selesai operasinya..
Saat ini ku ingat sekali pukul 01.45, aku bilang, kalo jam
02.00 gak selesai kita coba tanyakan
suster lagi ya mas, tapi dia Cuma bilang “aku gak sanggup klo nanyain soal
bapak”
Ku lihat muka nya yg penuh dengan kecemasan, kami sering
melihat ke pintu masuk ruang operasi dan pasti nengok ke arah pintu keluar
ruang operasi ketika terdengar suara orang buka pintu..
Jam 02.00 mas nyuruhku tidur, baru saja mata ku terpejam.. “Keluarga
pak Takimin” suara itu datang dari ruang operasi.. mbak dan mas langsung masuk
ke ruang operasi, sementara aku dan deny masih menunggu di ruang tunggu..
Beberapa menit kemudian mas dan mbak keluar dan nyamperi
kami..
Bagaimana mas? Mas dengan muka sumringan peluk aku sambil
bilang “operasinya sudah selesai, dokter hebat” Puji Tuhan jawabku.. Tuhan yg
sungguh luar biasa mas..
Kondisi bapak pasca operasi masih harus di sterilkan.. Bapak
di rawat di ruang ICU..
Puji Tuhan semalam bapak sudah pindah ke ruang rawat inap..
Satu hal yang aku bisa ambil dari kejadian ini..
Tuhan kita maha dahsyat.. luar biasa.. semua berkat doa yang
tidak pernah putus.. aku merasakan Tuhan datang saat kami mengalami kecemasan..
Tuhan tidak biarkan kami penuh dengan kecemasan itu.. Tuhan maha baik.. Tuhan
sungguh tolong hambaNya yang mengandalkan DIA..
Cepat pulih dan sehat ya pak, anak, istri dan cucu mu
menunggu di rumah..
Terimakasih Tuhan Yesus karena kami boleh mengalami kejadian
yang sungguh luar biasa..
Jakarta, 25 Juli 2017
LM 14.48
Tidak ada komentar:
Posting Komentar