Rabu, 24 Agustus 2016

RINDU



Kata yang mewakili seribu rasa..
Rindu yang hanya dapat ku rasakan sendiri..
Bukan tidak ingin membalas pesanmu, tapi aku ingin merasakan rindu yang hebat ini..

Rindu juga masakin buat kamu..
Rindu nyiapin makanan buat kamu..
Rindu bawain sarapan buat kamu..
Rindu bawelin kamu buat minum obat..
Rindu nyempetin buat mampir minimarket hanya untuk beli vitamin buat mu..
dan paling rindu saat bercanda, gelak tawa dengan mu..

Segala salah jalan, segala tempat baru di kunjungi, segala buah pepaya jadi semangka..
Heiiii ingat gak sih kamu tentang ini semua??
Tidakkah kamu merindukan saat-saat ini, meski hanya sedetik saja??

Kini ku hanya mampu menyimpan semua kenangan ini..
Menutup rapat semua..
Terimakasih sudah mengembalikan senyum ku..
Terimakasih sudah mengingatkan aku apa arti kuat yang sebenarnya.. dan
Terimakasih sudah membuka hati aku apa arti sayang yang sebenarnya..

Mungkin setelah ini aku tidak lagi seperti Lusi yang dulu..
Yang masih mau peduli dengan kesehatan mu..
Baik-baiklah kamu di sana..
Jaga diri kamu, turuti apa yang Bapak minta, demi kesehatan kamu..
Terimakasih sudah menjadi sahabat buat aku..


Just for you AGP

Jakarta, 24 Agustus 2016

Lusia Meliana


Selasa, 23 Agustus 2016

ALONE

"Kamu marah sama aku?"
sebait kalimat yang ku terima pagi ini dari telepon genggam ku..

Marah??
ntah ini bisa di bilang marah atau tidak..
aku cukup lelah hadapi ini semua..
aku mencoba bersabar dan bertahan pada situasi ini..

bukan marah tapi lebih tepatnya kecewa..
aku hanyalah wanita yang mampu kecewa bila hati sudah mulai goyah..

mungkin saatnya aku melepaskan semua..
semua yang sudah tidak kau hargai lagi..
sedikitpun kau tidak pernah peduli dengan apa yang aku rasa..
dengan perasaaan dan hati ini..

kau telah berubah,,
kau tidak seperti yang dulu aku kenal..
kau bangkitkan aku dari terpuruk ku..
kau kembali hadirkan senyum dalam bibirku..

namun semua kau balikkan begitu saja..
semua kini telah berubah,,
kau berubah menjadi kasar..
kau ubah tawa ini jadi tangis..

mungkin aku hanya ingin waktu untuk sendiri..
bukankah itu yang kau pinta?
kau pinta aku menjauh dari kehidupan mu?
selamat, kau telah berhasil melakukannya..

kau telah berhasil membuat aku marah..
kau telah berhasil membuat aku kecewa..
jangan salahkan aku jika suatu saat aku harus cuek dan tidak peduli lagi denganmu..
ini yang kau minta semua..

semoga kelak bila kau dewasa nanti,
kau akan mengerti apa yang tertulis dalam tulisan ini..


Jakarta, 24 Agustus 2016
Lusia Meliana

Senin, 22 Agustus 2016

AKU

Aku hanyalah sebatang ranting kecil..
Aku dapat patah sewaktu - waktu jika aku terlalu lama kena panas dan hujan..

Aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan khilaf..
Aku tidak seindah matahari saat terbit dan terbenam yang banyak di cari orang..

Aku mampu bersembunyi melalui senyum ku..
Aku mampu menutup segala risau ku melalui canda tawa ku..
Tapi aku hanyalah manusia biasa yang punya hati dan perasaan..

Aku punya rasa sakit..
Aku punya rasa kecewa..
Aku pun punya rasa sabar..
Aku tidak sekuat yang kau lihat..
Aku berusaha menutupi semua dari mu, dari kalian..
Aku berusaha tegar hanya untuk memenuhi tanggung jawab ku..
Tapi saat ini aku merasa benar-benar lelah dengan semua..
Kamu terlalu banyak membohongiku dengan segala ucap manis mu..

Aku diam.. Bukan berarti aku tidak tahu apa-apa..
Aku tahu semua apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku..
Aku berusaha tidak tahu hanya untuk mempertahankan persahabatan kita..
Tapi tidak ada persahabatan bisa berdiri kokoh di atas dasar kebohongan..

Mencoba kuat.. Mencoba tetap tersenyum..
Itukan yang kamu lihat dari aku?
Itukan yang kamu mau dari aku?
Tapi tanpa sedikit pun kamu peduli dengan keadaan ku..

Pernahkah kamu berfikir apa dampak dari semua kebohongan mu?
Maaf? ya aku sudah maafkan..
Tapi tidak untuk kamu ulangi lagi dan lagi..

Aku sadar siapa aku..
Aku sadar siapa kamu..
Aku sadar siapa kita..
Kita hanya manusia biasa yang tidak tahu apa-apa
dengan apa yang terjadi di depan kita..

Namun bisakah kamu tidak berbohong hanya untuk menutupi semua?
Aku tidak menyalahkan kamu..
Aku hanya kecewa dengan sikap mu sekarang..
Dan aku pun tidak ingin melihat mu terbaring sakit hanya karena ini..
Aku ingin semua baik-baik saja seperti awal kita bertemu..

Aku hanyalah seorang Lusi yang kamu kenal dengan sosok yang galak..
Dan aku mengenal mu dengan sosok yang periang..
Sekali lagi Tidak ada persahabatan yang tumbuh yang di dasari dengan kebohongan..
Semoga kelak kamu paham dan mengerti apa maksud semua ini..


Jakarta, 22 Agustus 2016


Lusia. M