Kamis, 07 Januari 2016

RANTING YANG RAPUH


Lagi.. Lagi ku mengingatnya..
yaa aku ingat dia lagi..
Dia yg membangkitkan semangat ku..
Dia yang dulu menguatkan dan memotivasi ku,
kini aku harus kehilangannya..

Aku belajar kuat..
Namun aku tidak sekuat apa yang mereka lihat..
Aku rapuh Tuhan..
Aku sungguh tak berdaya..

Adilkah ini ?
Dia sudah bahagia dengan pilihannya..
Namun aku masih terus bergelut dalam kesedihan..
Ingin ku berlari sekencang kencangnya,
atau perlu ku tubrukan tubuh ini pada batang pohon yang besar,,
Sehingga aku lupa sama apa yang sedang terjadi saat ini..
Orang lain mungkin akan bilang aku cewek lemah..
Cewek cengeng.. Anak kecil atau apalah.. Whatever..
Aku yang merasakan.. Mereka tidak merasakan..
Aku sakit.. ya aku sakit..

Maag ku mulai kambuh ketika pikiran ini terlalu dipenuhi dengan beban pikiran..
Masih adakah lelaki yang dapat ku percaya selain pada MU?
Masih adakah mereka yang tulus mencintai?
Kepada siapa kepercayaan ini harus ku berikan?

Hopeless..
Mulut tertutup..
Hati tak dapat lagi berkata apa-apa..
Terimakasih Teman-teman dan sahabat yang sampai detik ini selalu menghibur aku..
Selalu memberikan semangat buat aku..
Hati aku masih merasakan perih..

Kecewa yang sangat teramat..
Semoga ini akan segera berakhir, Tuhan..
Engkau akan berikan penawar untuk ini semua..
Aku percaya Engkau akan berikan penggantinya yang jauh lebih baik darinya..

I believe in YOU..

Jakarta, 7 Januari 2016

Lusia Meliana

3.21 PM

Rabu, 06 Januari 2016

SENYUMAN DALAM BALUTAN LUKA





Haiii girls, pagi ini ku sapa kamu dengan senyuman indah ku.. hahahaha
Tuhan, aku sungguh tidak mengerti apa yang akan terjadi pada hidupku atas apa semua yang terjadi saat ini..
Aku sedih? ya
Aku kecewa? sangat
Aku Rapuh? pasti

Tapi, jika ini semua menjadi bagian dari proses pendewasaan ku.. Aku terima..
Aku mau legowo Tuhan atas semua ini..
Aku gak mau egois, Tuhan..
Aku memang sayang dan cinta dia..
Tapi aku juga tidak dapat memaksakan kehendak ku sendiri, cuma untuk mementingkan perasaan ku sendiri..

Kaget dan tidak menyangka..
Dia yang aku cemburui selama ini akan menjadi bagian dari hidupnya selamanya..
Aku kuat.. Aku mampu.. Aku sanggup melewatinya..
Yaa karena ENGKAU yang menopang ku..
Engkau yang selalu ada saat kapan pun.. Meski aku yang sering tidak bersyukur..

Tuhan, aku mau dia dan aku bahagia..
Dia sudah bahagia dengan pilihannya..
Aku juga ingin bahagia dengan dia yang mencintai aku dengan tulus nantinya..
Semua dari Mu, semua akan kembali pada Mu, Semua Milik Mu..

Aku pun milik Mu, aku mau serahkan semua sesuai dengan kehendak Mu..
Aku tak sanggup untuk memilih untuk diriku sendiri..
Aku percaya pilihan Mu lah yang tepat..
Aku akan tunggu waktu Mu yang indah itu, Tuhan..

Terimakasih Tuhan untuk hadiah terindah di awal tahun ini..

Jakarta, 7 Januari 2016
8.59 AM

Lusia Meliana