Jumat, 29 Juli 2016

Kebodohan Baru..

Tersadar kini telah berbeda.. Aku menjadi manusia baru bagi diriku.. Aku berusaha menghindar dari mereka yang ku sebut "sahabat" bukan karena mereka, tapi karena aku..

ya aku,, aku malu bercerita dengan mereka, karena apa yang aku alami seperti makan buah simalakama..
"lu berubah sejak kenal dia"
yah, iya aku berubah sejak kenal dan dekat dengan dia..

gak pernah aku cerita lagi dengan mu, dengan kalian karena aku malu.. Aku yang selalu menentang, aku yang selalu mengingatkan kalian untuk gak melakukan itu.. Tapi kini aku sebagai pelakunya..

Maafin aku.. Aku sadar aku bukan lagi aku seorang lusi.. Aku telah menjadi orang lain..
Aku dan dia hanya berteman, ya kami hanya sebatas sahabat.. Aku menutupi semua dari kalian karena aku gak mau kalian pada akhirnya melarang aku untuk melanjutkan hubungan dengan dia..

Tapi kini semua telah sirna, aku hanya mampu menangis..
Aku kecewa karena apa yang aku anggap mampu membawaku pada kebahagiaan kini telah di rampas kembali olehnya..

Aku sekarang sendiri.. Gapapa kalian mau pergi dari aku..
Kini aku harus menganggung resiko yang ku jalani..
Aku pasti kuat dan aku pasti mampu menjalaninya..
Semua menjadi pelajaran baru untuk ku..

Terimakasih sahabat yang sudah mau mengkoreksi kesalahan ku..

Jakarta, 29 Juli 2016
3.52 PM

Lusia Meliana

Kamis, 21 Juli 2016

Cari judul...







"Kamu cantik hari ini" sambil nyanyi..
itulah sedikit kata yang kadang dilontarkan secara tiba-tiba darinya..

Celotehan-celotehan kecil yang dia keluarkan terkadang membuat ku tidak mampu untuk tidak tertawa..

Berawal dari sebuah kenyamanan yang tidak dapat dipungkiri..

Hati.. ya hati berbicara.. Dengannya ku nyaman..
Dengannya ku dapat tertawa kembali..

Batu sandungan yang ada di depan ku teramat banyak.. Mampukah ku melewatinya? Mampukah ku menghancurkan batu itu?
 
Kadang sempat ku berfikir.. Kenapa dia? Apa iya dia?
Kenapa sih bukan dengan yang itu? Dia baik kenapa harus sama kamu?

Namun sampai kapan senyum tawa dalam bibir ini akan bertahan? Terimakasih untuk  hal baru, untuk senyum baru, untuk semuanya.. Aku bahagia mengenal mu..

Jakarta, 21 Juli 2016

Lusia Meliana