Selasa, 09 Februari 2016

Antara Rindu dan Benci


Sebulan sudah berlalu..
Ya hari-hari ku lalui tanpamu..
Bohong jika ku mampu melupakan mu begitu saja.. Meski banyak luka yang kau tanam di hatiku, namun semua sirna begitu saja jika kenangan manis bersama mu muncul  kembali..
Arrgghhhh.... aku gak suka kondisi seperti ini.. 
Kamu bahagia di atas luka ini..
Sampai saat ini aku masih gak percaya kamu tega melakukan ini semua..
Apa salahku?? ya salahku adalah telah memberikan kepercayaan pada dirimu..
salahku telah mencintaimu.. 
Enam bulan waktu ku bangkit dari rasa terpuruk ku.. dan dalam waktu itu juga kau hadir dalam hidupku membawa segudang motivasi dan kebahagiaan untuk hidup ku..
Kau mengajarkan banyak arti.. Kau selalu memberikan senyum ku kembali merekah tiap harinya..
Kau bangkitkan semangat ku yang rapuh..
Kau menjaga ku saat kita bersama.. Keisengan mu dan canda tawa mu mewarnai hari-hariku saat bersamamu..
Aku bahagia mengenal mu.. Aku bahagia Tuhan izinkan ku mencintai mu..
Tapi.. ya semua ada tapinya..
Tapi semua ini hanya berlangsung enam bulan..
Dalam waktu satu hari semua punah.. Semua sirna.. Semua kebahagiaan itu berubah jadi tangis..
Selama ini kau bohongi aku.. Kau permainkan hati ini..
Kau bilang dia bukan siapa-siapa..
Kau bilang dia hanya rekan kerja mu..
Kau bilang itu rasanya bukan rasamu..
Kau seorang yang dapat ku pegang omongan mu.. Kau seorang motivator tapi kenapa kau juga salah artikan semua ini..
Mungkin bukan hanya aku yang terluka mendengar kabar ini.. Ada lagi yang terluka di luar sana..
Kau tinggalkan luka yang dalam pada hatiku..
Aku Rindu kamu.. Aku sangat merindukan mu.. Namun sekarang aku bisa apa??
Semua rasa rindu itu harus bercampur dengan rasa benci..
Aku marah ?
Aku benci?
yaa.. tapi semua salah ku.. karena aku telah mencintaimu..
Tuhan, terimakasih untuk orang-orang baru yang Engkau berikan untuk ku saat ini, aku yakin mereka datang untuk menghiburku.. Mereka datang untuk menemani rasa sepiku..
Terimakasih untuk kalian yang setia menemani ku dalam suka dan duka..
Dan selalu memberikan ku semangat yang luar biasa..
Tapi, boleh kalian tahu.. Aku sendiri gak tau harus sampai kapan aku bertahan pada rasa seperti ini..
Aku takut.. Aku takut kecewa.. Aku takut memberikan kepercayaan lagi pada seorang lelaki..
Bahkan yang aku takuti.. Aku takut mengecewakan orang yang benar-benar menyayangi aku..
Maafkan aku kalau sampai detik ini aku memilih untuk sendiri.. Karena aku perlu membenahi hati aku karena kebohongan itu.. Karena aku tidak ingin menyakiti mu seperti dia menyakiti ku..
Aku percaya Tuhan tidak akan membiarkan ku berlarut dalam keterpurukan ini..
Aku percaya Tuhan telah menyiapkan kamu di depan pintu untuk menjemputku..
Semua hanya soal WAKTU..
waktu yang akan menjawab semuanya..
Terimakasih Tuhan untuk rasa sakit ini.. Karena ini membuat aku jadi lebih kuat..
Terimakasih untuk kamu yang sudah membuat aku kuat..
Tenang saja kamu akan melihat senyum ku selalu merekah pada bibir manis ku..  
Kelak kita akan bertemu kembali di kehidupan yang lain..

Jakarta, 9 Februari 2016
4.30PM
Lusia Meliana