Terik siang hari yang membakar kulit..
Beruntung aku bisa bekerja dalam ruangan ber-AC..
Apapun yang kamu jalani haruslah tetap kamu syukuri dan nikmati..
Hati or Pikiran..
Mana yang akan kamu ikuti??
ketika berbicara mengenai hati, wanita mana yang tidak menggunakan hati bila dia sedang mencintai suatu barang atau bahkan mencintai seseorang..
Tapi di balik itu ada pikiran yang membuat rancu ini semua.. Pikiran ketika bekerja selalu melihat logika dan mengakibatkan perang antara hati dan pikiran.. Lantas apa yang akan kalian ikuti kalau sudah terjadi seperti ini??
Hati bisa saja EGOIS, ia maunya menang sendiri, ia mau segala sesuatu tercapai.. Namun tidak dengan Pikiran..
Ingin ku akhiri semua rasa ini, aku sadar aku terlalu egois.. Aku memaksakan kehendak, aku terlalu berharap..
Tersadar saat ini kalau memang ia tidak seperti yang ku rasakan..
Pikirannya masih saja dengan masa lalunya.. Padahal ia sendiri yang memotivasiku agar tidak terpuruk dengan masa lalu ku.. Lalu selama ini aku tidak ada efeknya untuk dirinya..
Cinta itu Anugerah.. aku hanya mensyukuri nikmat Tuhan yg diberikan itu lewat sebuah perhatian serta perjuangan.. Namun, mungkin saja sama sekali tidak diharapkan olehnya..
Tuhan, sebuah pertemuan pasti tidak ada yg kebetulan.. Engkau punya cerita di balik pertemuan ini. Namun endingnya seperti apa hanya Engkau yang mengetahuinya..
Aku berpasrah, aku menyerah dalam situasi seperti ini..
Aku tidaklah sempurna, namun aku berhak untuk dicintai dengan cara yang sempurna bukan??
Tidak dengan kokosangan harapan tanpa wujud nyata..
Mungkin banyak wanita di sana yang lebih menarik dari aku yang bisa ia dapatkan..
Untuk sekedar kau tahu saja, aku mencintai mu dengan tulus, aku selalu berusaha menjadikan diriku lebih baik lagi..
Sampai jumpa di kehidupan yang akan datang..
Jika Tuhan menghendaki kita berjodoh, kita pasti akan bertemu kembali..
Terimakasih untuk segalanya..
Teriring doa dari ku untuk mu,
Lusia Meliana
30.10.15
03.09 P.M

Tidak ada komentar:
Posting Komentar